Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur semakin bergeliat. Bahkan, ada salah satu BUMDes yang memiliki omset hingga Rp 3 Miliar.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemkab Gresik merinci, dari 318 desa yang memiliki BUMDes, terdapat 170 BUMDes yang sedang bergeliat.

Kepala Dinas PMD Pemkab Gresik, Tursilo Hariologi menjelaskan, peranan BUMDes di Kota Pudak semakin bergeliat. Banyak desa yang mulai sadar pentingnya BUMDes untuk meningkatkan pendapatan asli desa.

Intruksi pembentukan BUMDes sendiri merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kerakyatan di desa-desa.

“BUMDes di Gresik semakin bergeliat, semakin banyak desa yang sadar akan menfaatnya, bahkan di Desa Sukorejo Sidayu, omsetnya sudah sampai 3 Miliar dengan berbagai jenis unit usaha,” katanya, Senin (16/4/2018).

Untuk membentuk BUMDes, selain bersinergi dengan desa. Membentuk BUMDes harus memiliki jiwa pejuang, sebab kata dia, berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Untuk memajukan BUMDes, Tursilo menjelaskan, pada 2018 ini, pihaknya sudah melakukan upaya untuk memperkuat permodalan dengan bekerjasama dengan beberapa penyalur barang penjualan bahan pokok.

“Kami juga sudah melakukan komunikasi dengan pihak swasta. Kalau selama ini bingung dengan permodalan, semua bisa teratasi. BUMDes bisa menjadi penyalur gas elpiji, juga bahan-bahan pokok yang langsung dari pabrik sehingga harga lebih terjangkau,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gresik, Nur Qolib menambahkan, pihaknya sangat mendukung pembentukan BUMDes yang ada di desa-desa. Sebab, BUMDes dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Apalagi sudah ada payung hukumnya yakni Perda nomer 3 tahun 2017. Disana sudah diatur bagaiman pembentukan hingga teknis pembentukan BUMDes,” jelasnya.

Qolib menyontohkan, melalui pengelolaan sampah dengan baik, sampah juga dapat meningkatkan penghasilan dan menjadi sumber pendapatan BUMDes.

Baca juga  Reformasi kepengurusan RT Desa Sekapuk serentak akan dilakukan tanggal 16 Juli 2018

Terkait pengelolaan sampah yang masuk ke dalam BUMDes, Qolib berharap agar pengelolaan sampah bisa diintegrasikan dengan mengelola sampah menjadi sumber pendapatan.

“Banyak diwaduli pemerintah desa terkait teknis BUMDes dan pengelolaan sampah dengan baik juga bisa di coba. Dengan pengelolaan dan pemanfaatan sampah dengan baik, sampah bisa menjadi sumber pendatan dan bisa mendongkrak pendapatan BUMDes Gresik,” tutur dia.

Sumber