Hari Kamis tanggal 21 Juni 2018 merupakan hari ke-7 Bulan Syawal. Dan pada hari itu hampir setiap daerah di Indonesia merayakan Lebaran Ketupat atau Hari Raya Ketupat, begitu juga di Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Tradisi Lebaran Ketupat ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Pada tahun ini, Pemerintah Desa memiliki keinginan untuk menyatukan Ambengan Desa yang biasanya dilaksanakan di masing-masing Musholla, akan disatukan di Balai Desa Sekapuk. Hal ini merupakan langkah besar untuk bisa mengikat tali silaturrahmi antara warga Sekapuk dan diharapkan akan menjadi tradisi setiap tahunnya pada Lebaran Ketupat. Diharapkan setiap tahunnya acara ini akan dinanti-nantikan oleh masyarakat Desa Sekapuk baik yang masih berdomisili di Sekapuk maupun yang sudah merantau jauh bahkan sampai Luar Negeri.

Acara Ambengan Desa Sekapuk diawali dengan khotmil Qur,an pada pagi harinya. dilanjutkan adanya Barongsai Singo Drojat dari Ponpes Sunan Drajat asuhan Bapak KH. Abdul Ghofur. Acara Barongsai ini merupakan acara yang direncanakan mampu menarik perhatian masyarakat Desa Sekapuk maupun desa tetangga. Dan benar saja, dengan bantuan promosi via sosial media acara Ambengan Desa yang mengundang Barongsai Singo Drojat dapat diketahui oleh masyarakat luas dan mengundang banyak orang luar Desa Sekapuk yang datang menyaksikan kemeriahannya.

Barongsai Singo Drojat datang tepat pada pukul 13.00 WIB dan mereka melakukan pemanasan sebelum melakukan aksinya. Masyarakat yang sudah penasaran dengan tontonan ini, sudah mulai memadati Pendopo Balai Desa Sekapuk untuk menyemarakkan acara ini. Barongsai mulai diberangkatkan pukul 13.30 WIB dengan terlebih dahulu melakukan atraksi dan penghormatan kepada Bapak Kepala Desa Sekapuk, Abdul Halim. Kemudian meneruskan perjalanan ke Selatan Desa Sekapuk (Masjid Jami’ Darussalam) kemudian ke utara (SDN 1 Sekapuk) dan kembali lagi ke Balai Desa Sekapuk untuk melakukan atraksi terakhirnya.

Baca juga  Pembukaan acara peringatan HUT RI ke-73 sukses besar

Panitia sudah menyiapkan 10 kg jeruk kuning, jeruk keprok dan sayur sawi putih yang nantinya akan dipakai untuk atraksi Barongsai. Ketika Barongsai mulai membagikan jeruk kuning kepada penonton melalui mulutnya, masyarakat mulai bersemarak untuk menangkap buah jeruk tersebut. Bahkan mereka rela berjatuhan untuk  memperebutkannya. Untungnya tidak ada korban jiwa, yang ada hanya tawa riang gembira menikmati jalannya acara. Setelah itu barongsai menyerahkan buah jeruk keprok, jeruk kuning dan sayur sawi putih yang telah dihias untuk dipersembahkan kepada Kepala Desa Sekapuk. Barongsai juga mempersembahkan jeruk keprok kepada Sekretaris Desa Sekapuk dan Ketua Panitia. Dan atraksi yang terakhir adalah Barongsai mengambil sayur sawi putih yang telah diikat di atas tiang Pendopo Balai Desa yang mampu mengundang decak kagum para masyarakat yang menyaksikan acara tersebut.

Hujan mulai turun seusai atraksi barongsai dan bahkan sempat nampak adanya pelangi dilangit Sekapuk. Karena hujan merupak berkah dari Allah SWT, maka besar pula harapan bahwa acara ini juga mendapatkan berkah barokah dari Allah SWT. Acara inti Ambengan Desa Sekapuk dimulai ba’da maghrib sekitar pukul 18.00 WIB. Antusiasme masyarakat yang berbondong-bondong datang ke Pendopo Balai Desa Sekapuk merupakan pemandangan yang sangat indah. Mereka datang untuk melakukan do’a bersama (yasin dan tahlil) kemudian istighosah dan ceramah agama oleh Bapak KH. Ah. Bisri, Lc. Dilanjutkan dengan berkah makan bersama seluruh warga Desa Sekapuk yang turut hadir memeriahkan acara Ambengan Desa Sekapuk 2018.

 

Acara terakhir dari serangkaian acara tersebut adalah Wayang Kulit Jati Laras, wayang asli Desa Sekapuk yang merupakan tradisi masyarakat Desa Sekapuk. Adanya wayang kulit ini awalnya memang tidak direncanakan tapi mengingat pesta rakyat ini harusnya tidak meninggalkan tradisi masyarakat maka akhirnya acara ini diadakan dengan harapan animo masyarakat Desa Sekapuk tidak surut dari awal hingga akhir. Ambengan Desa ini merupakan pesta rakyat yang rencananya akan diadakan setiap tahun dan menjadi tradisi yang dinantikan kedepannya.

Baca juga  110 Desa Berdaya