Pemerintah Desa Sekapuk dan BUMDesa Sekapuk memiliki project baru untuk bisa membuat dunia bisa melihatnya. Setelah mendatangkan pohon tabebuya, flamboyan dan bunga kupu-kupu, BUMDesa Sekapuk sedang mengusahakan untuk memasang lampu hias di sepanjang jalan Kabupaten Sekapuk-Ujungpangkah yang telah dihiasi oleh Asmaul Husna dengan kabel tanam sepanjang 2 km dengan biaya PADES (Pendapatan Asli Desa) Sekapuk. Hal ini merupakan wujud kemandirian ekonomi bersama BUMDesa di Desa Sekapuk.

Penampakan Asmaul Husna di Pojok Kantor Balai Desa Setelah dipasang tanggal 22 Februari 2018
Asmaul Husna terlihat di sepanjang jalan desa

Asmaul Husna sendiri sudah terpasang di Desa Sekapuk sejak 22 Februari 2018. Sebanyak 99 Asmaul Husna terpasang di sepanjang jalan Desa Sekapuk. Ini merupakan program 100 hari Pemerintah Desa Sekapuk setelah berganti nahkoda yaitu Bapak Abdul Halim sejak 12 Desember 2017. Pemasangan Asmaul Husna ini sendiri juga merupakan program yang didanai oleh PADES (Pendapatan Asli Desa) Sekapuk yang dilakukan dengan tujuan untuk menjaga karakter desa santri berwawasan modern. Karena Pemerintah Desa Sekapuk menyadari arti pentingnya menjaga budaya dan generasi muda penerus bangsa. Konon katanya pemasangan Asmaul Husna ini sendiri baru pertama kali di Kabupaten Gresik.

Pemasangan lampu hias di sepanjang jalan Kabupaten Sekapuk-Ujungpangkah
Lembur BUMDesa untuk memenuhi target selesai di akhir bulan Desember 2018
Indahnya kebersamaan membangun desa
Gambaran menyalanya lampu hias di Asmaul Husna

BUMDesa Sekapuk bahkan siap lembur untuk segera menyelesaikan pemasangan lampu hias agar bisa selesai sesuai jadwal yaitu pada akhir bulan Desember 2018. Hal ini merupakan langkah Pemdes untuk bisa menarik perhatian publik agar ingin melihat Desa Sekapuk lebih dekat.

Rombongan UINSA memasuki kawasan wisata SETIGI

Langkah penghijauan area wisata SETIGI ini juga mendapat dukungan penuh dari para akademisi, diantaranya adalah UIN Surabaya. Setelah sebelumnya mereka memberikan donasi berupa 200 bibit bunga amarilis pada awal bulan Desember, pada hari ini tanggal 27 Desember 2018 juga akan datang para rombongan UINSA kembali untuk menanam bibit amarilis di SETIGI. Hal ini memicu semangat Pemerintah Desa Sekapuk untuk lebih menghijaukan SETIGI sehingga panasnya bekas tambang ini bisa teratasi.