Wisata Desa Setigi mungkin baru saja dikenal oleh masyarakat dalam 2 tahun terakhir. Akan tetapi, adanya wisata ini telah banyak membantu perekonomian masyarakat Desa Sekapuk yang sekarang mengadu nasib didalamnya. Tercatat ada 30 pengusaha kuliner dan aksesoris, dan ratusan karyawan yang mengadu nasib di wisata andalan desa tersebut.

Akan tetapi, sejak adanya pandemi covid-19 ini tercatat 90% karyawan dirumahkan. Bahkan menurut Dirut BUMDES, Asjudi menyatakan bahwa profit BUMDesa Sekapuk menurun drastis hingga 65% akhir-akhir ini. Untuk itu Pemerintah Desa Sekapuk bersama dengan BPD Desa Sekapuk dan BUMDesa Sekapuk melakukan MUSDES tentang kesiapan Desa Sekapuk menjadi kampung tangguh, wisata tangguh dan sosialisasi new normal.

Dalam Musdes tersebut disepakati bahwa Wisata Setigi harus segera dibuka untuk menyongsong keadaan new normal dan menstabilkan perekonomian masyarakat Desa Sekapuk, akan tetapi tetap dengan memperhatikan prosedur pencegahan covid-19 di area wisata. Ternyata hal ini terdengar hingga ke telinga Bapak Bupati Gresik beserta jajarannya.

Tanggal 31 Mei 2020 di hari minggu yang syahdu kemarin, Bapak Kepala Desa Sekapuk dipanggil oleh Pemerintah Kabupaten Gresik di Gresik Command Center tentang kesanggupan menjadikan SETIGI sebagai Wisata Tangguh. Hasil dari pertemuan tersebut, akhirnya SETIGI dipercayakan sebuah tanggung jawab besar untuk menjadi wisata tangguh yang akan mewakili Pemerintah Kabupaten Gresik dalam lomba nasional wisata tangguh.

Semoga amanah ini bisa dijalankan dengan baik dan kita semua bisa menjadikan SETIGI sebagai wisata tangguh kebanggaan Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur hingga Negara Indonesia kita tercinta.